Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Hidup di Bawah Asap: Krisis Kesehatan dan Ancaman Paru Akibat Karhutla di Borneo

Setiap musim kemarau, wajah Kalimantan berubah. Langit biru yang biasanya jernih mendadak tertutup kabut pekat kecokelatan. Aroma tajam dari gambut dan kayu yang terbakar meresap hingga ke dalam rumah warga. Di saat yang sama, ruang publik dibanjiri angka-angka: berapa hektare lahan hangus, di mana titik panas bermunculan, seberapa pekat aerosol dari citra satelit, hingga polemik regulasi pembukaan lahan. Pertanyaan yang sering terlewat: siapa yang sebenarnya menderita? Di balik kebisingan data teknis itu, ada pertanyaan yang jarang kita ajukan: siapa yang paling menanggung derita saat asap mengepung kampung? Paru-paru siapa yang perlahan terbakar tanpa suara? Pertanyaan inilah yang dibahas tuntas dalam program The Voice of Tropical Rainforest oleh INSIDE BORNEO. Bersama Martinus Nanang, dua narasumber kompeten hadir: Bapak Erwin Nursyahram Danie dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur dan Bapak Siswanto, pakar epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarm...

Postingan Terbaru

Hotspot Belum Tentu Api: Pelajaran Pahit dari Langit Kalimantan yang Mengepul

Nyamplung: Mencari Titik Temu antara Ekonomi dan Ekologi di Kalimantan

Siapa Membakar Kalimantan? Membaca Jejak Api dari Peta Hotspot

Cegah Kebakaran Hutan: Zero Fire atau Manajemen Api?