Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Kemarau Panjang dan Kebakaran Hutan di Kalimantan Makin Sering. Kenapa?

Kenapa Kemarau Panjang dan Kebakaran Hutan di Kalimantan Makin Sering?  Ini Penjelasan Ilmiahnya  Prof. Dr. Paulus Matius (Diringkas dari manuskrip asli dengan persetujuan penulis oleh Martinus Nanang)  Ilustrasi: AI Bayangkan ini: El Niño yang sama kekuatannya pernah datang di tahun 1957, 1982, dan 2015. Di tahun 1957, langit Balikpapan tetap biru. Di tahun 2015, langit yang sama berubah oranye selama tiga bulan, sekolah tutup, dan asapnya sampai ke Kuala Lumpur dan Manila. El Niñonya sama, tapi Kalimantannya sudah beda. Sebelum tahun 1980, 90% Kalimantan masih hutan primer yang utuh. Hutan dan lahan tidak pernah terbakar skala besar, bahkan saat El Niño kuat melanda. Data mencatat sejak 1877 ada 20 kejadian ENSO ( El Niño Southern Oscilation ), rata-rata 6 tahun sekali. Namun hutan itu adalah spons raksasa yang menolak api. Sekarang spons itu sudah robek. Hampir tiap tahun kita cemas menanti kemarau. Apa yang sebenarnya kita hilangkan? Spons raksasa yang menciptakan huj...

Postingan Terbaru

Menyelamatkan hutan, menyelamatkan masa depan: Tantangan daerah tropis di Hari Tropis Internasional

Hidup di Bawah Asap: Krisis Kesehatan dan Ancaman Paru Akibat Karhutla di Borneo

Hotspot Belum Tentu Api: Pelajaran Pahit dari Langit Kalimantan yang Mengepul

Nyamplung: Mencari Titik Temu antara Ekonomi dan Ekologi di Kalimantan